Minggu, 23 Desember 2012

Sejarah Natal

Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya!!
(Oleh : Insan LS Mokoginta )



Sejarah Natal


Chritmas diartikan sebagai hari kelahiran Yesus, yang dirayakan oleh hampir semua orang Kristen didunia, berasal dari ajaran Gereja Katolik Roma. Padahal ajaran tersebut tidak terdapat dalam Alkitab dan Yesus-pun tidak pernah memerintahkan kepada murid-muridnya untuk menyelenggarakannya.
Perayaan yang masuk kedalam ajaran Gereja Katolik Roma pada abad ke empat ini, berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Perayaan Natal yang diselenggarakan diseluruh dunia ini samasekali tidak mempunyai dasar dari Alkitab.
Menurut penjelasan di dalam Catholic Encyclopedia edisi 1911, yang berjudul Christmas”, ditemukan kata-kata yang berbunyi sebagai berikut :

Read More......

Nubuat Nabi baru

Nubuat Nabi baru

Yesus minta kepada Bapa / Tuhan seorang penggantinya 

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu roh kebenaran.” (Yohanes 14:15-17).

Terkait dengan firman yesus di atas dimana yesus telah minta kepada Bapa agar memberikan seorang "penghibur" yang lain maka patutlah di pikirkan siapakah sang penghibur ini apakah merupakan "roh" atau "seorang" seperti yang tersirat dalam ayat tersebut, jika roh sudah tentu bukanlah merupakan seorang manusia karena roh termasuk mahluk ghaib yang tidak tampak. Jika manusia siapakah gerangan, apakah paulus yang nyatanya sangat lemah hingga bisa di bantai oleh kaisar nero, sudah jelas bahwa paulus tidak masuk kriteria seperti yang dilihat oleh nabi daud bahwa "pahlawan" yang dilihatnya adalah "pahlawan berpedang" dan ahli memanah dan sanggup menaklukan bangsa bangsa. 

Prediksi Nabi Yesaya Tentang Nabi Muhammad SAW

Dedan : adalah Arabia Utara, dekat kota Yastrib (Madinah) yang dihuni oleh Tema.

Tema : adalah anak Ismael (kejadian, 25 : 15), yang menghuni di utara kota Madinah (baca geografi Madinah).

"Sambutlah orang pelarian : Nabi Muhammad SAW lari/hijrah dari Msakkah ke Madinah, kemudian disambut penduduk Tema di Madinah". (dikutip dari Hadis Sohih).

Pelarian dengan roti : Nabi Muhammad lari/hijrah ke Madinah dengan roti/firman ALLAH. Sedangkan roti menurut Alkitab diartikan sebagai firman (lihat BAB 7 no 16).

Mereka melarikan diri terhadap pedang : umat Islam lari/hijrah dari Makkah, karena orang-orang Makkah selalu meneror dan membantai umat Islam dan rencana orang-orang kafir untuk membunuh Nabi Muhammad SAW". (dikutip dari Hadis Sohih).

Prediksi Nabi Yesaya tentang kedatangan Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah

Yesaya, 42 : 1-4 à “Lihatlah, itu hamba-Ku yang Ku pegang … orang pilihan-Ku … ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa … Ia sendiri tak akan pudar … sampai ia menegakkan hukum di bumi. Segala pulau mengharapkan pengajarannya.”

Nubuat ini hanya cocok untuk Nabi Muhammad SAW, karena beliaulah Nabi terakhir yang berani menerapkan hukum Allah kepada umat manusia. Seperti hukum cambuk bagi pemabuk berat, hukum rajam bagi suami isteri yang berzina, hukum potong tangan bagi perampok dan hukum mati bagi pembunuh berencana.

Jika umat Kristen yakin kalau nubuat ini untuk Yesus, tentu dengan sendirinya ditolak oleh Yesus sendiri : karena Yesus diutus hanya untuk bangsa Israel saja (Mat 10:5-6 & Mat 15:24-26). Dan Yesus tidak membawa hukum baru, melainkan hokum taurat (Mat 5:17), dan juga Yesus tidak diutus sebagai penguasa untuk menghukum (Yoh 18:36). Terlenih yesus selama hidupnya tidak pernah menghukum dengan alkitab yang ada, ini menunjukkan bahwa nubuat tersebut hanya terjadi pada Nabi Muhammad. Lihat lanjutan ayat ini di nomor sebelumnya


Nubuat Nabi Yesaya bahwa Nabi Muhammad adalah seorang buta huruf yang mendapatkan wahyu

Yesaya, 29 : 12  “Apabila kitab itu diberikan kepada seorang yangtidak dapat membaca dengan mengatakan “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab : “aku tidak dapat membaca.”

Nubuat Nabi Yesaya tersebut, telah digenapi oleh ALLAH kepada Nabi Muhammad SAW :

Bahwa ketika Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu pertama di gua Hiro, Makkah, Nabi Muhammad diperintah membaca oleh malaikat Jibril “bacalah”, maka Nabi Muhammad menjawab “saya tidak dapat membaca.”

Prediksi Nabi Yesaya bahwa umat Islam pasti memenangkan peperangan melawan orang kafir, satu tahun setelah hijrah.

Yesaya, 21 : 16-17  “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah… dari Bani Kedar akan tinggal sejumlah kecil saja.”

Nubuat Nabi Yesaya tersebut, telah menjadi kenyataan tertulis dalam sejarah perang Badar :

Dalam setahun lagi : tanggal 12 Robi’ul Awal tahun 1 Hijriyah umat Islam hijrah dari Makkah ke Madinah, dan setahun kemudian tanggal 17 Romadhon tahun 2 Hijriyah umat Islam berhasil mengalahkan orang-orang kafir Makkah dalam peperangan Badar Kubro, perang pertama umat Islam berhadapan dengan kaum Musyrikin Mekkah, seusai rasulullah membangun asas Islam di Madina.

Kendati Kedar adalah salah satu dari Bani Ismael, namun sebagian dari mereka adalah pembangkang ajaran Nabi Muhammad saat itu. Tapi setelah Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah) mereka semua (100%) menerima ajaran Nabi Muhammad SAW sampai detik ini, yaitu negara Arab Saudi (keturunan Kedar).

Yahudi dan Kristen tidak memiliki dalil untuk mengakui nubuat ini, karena Bani Kedar yang berada di Arab Saudi 100% beragama Islam.

Prediksi Yesaya , Umat Islam akan mempunyai nyanyian baru untuk memuji ALLAH

Yesaya, 42 : 10-12 à “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan dan pujilah Dia dari ujung bumi baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar.”

Nubuat Nabi Yesaya bukan sebuah mimpi belaka, namun telah diabadikan oleh Allah di Bumi Islam :

nyanyian baru bagi Tuhan : Takbir, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Istighfar dan sebagainya.

menyaringkan suara : umat Islam di berbagai negara, desa, kota , dan pulau, semuanya menyaringkan/mengumandangkan Azan sebagai tanda waktu sholat. (baca buku saya “Mukhtasor Diniyah” hal. 38 paragraf 2 baris ke 6).

Nyanyian diatas tidak cocok bila di kaitkan dengan nyanyian umat kristen di gereja karena selama hidupnya yesus tidak pernah nyanyi dan tidak pernah mengajarkan nyanyian kepada umat kristen, malah yesus bersujud dan berdoa kepada Bapanya dalam banyak waktu terutama ketika yesus ketakutan saat akan di tangkap oleh tentara romawi.

Desa-desa yang didiami Kedar : nubuat ini hanya untuk orang Islam, karena Bani Kedar (keturunan Ismael) yang sekarang menjadi negara Arab Saudi penduduknya 100% Islam, baik Yahudi atau kristiani tidak terdapat di negri wahyu tersebut

Jadi jika umat Yahudi dan Kristen berpendapat atas dasar keyakinan kalau nubuat itu milik mereka, maka dengan sendirinya telah dibantah oleh Nabi Yesaya tersebut, karena nubuat itu untuk keturunan Kedar (Bani Ismael) saja.

Prediksi pindahnya Bait ALLAH dari Yerusalem ke kota Makkah

Yesaya, 60 : 5-14 à “Kelimpahan dari sebrang laut akan beralihkepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu… segala kambing domba Kedar… dan Nebayot… untuk ibadahmu… Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku… orang-orang asing akan membangun tembokmu… mereka akan menyebut engkau kota Tuhan.”

Nubuat Nabi Yesaya ini bukan isapan jempol menggambarkan bangunan kota mekkah dengan atribut kota tuhan, telah Allah tetapkan pada umat Islam. Ini bukan banyolam muslim terhadap alkitab, tetapi merupakan analisis menyeluruh

kelimpahan dari sebrang laut akan beralih kepadamu : umat Islam dari sebrang lautan manapun telah berziarah ke Bait ALLAH, di Makkah, dan tidak lagi di Yerusalem.

segala kambing/domba…untuk ibadahmu : umat Islam mensucikan Bait ALLAH di Makkah dengan berqurban kambing.

menyemarakkan rumah keagungan-Ku : umat Islam dari seluruh dunia datang berduyun duyun menyemarak-kan Bait ALLAH di Makkah di musim haji. Dan juga setiap harinya untuk melaksankan ibadah Umroh atau ibadah rutinitas, sehingga gema semarak talbiyah bergumuruh di Bait Allah tersebut. Tidak dapat didustakan tentang peristiwa sakral tersebut telah menuai semarak takbir, memulyakan Allah dari seluruh dunia.

orang-orang asing akan membangun tembokmu : bukan lagi orang Israel yang membangun tembok Bait ALLAH, tapi orang yang dianggap asing oleh Israel , yaitu orang-orang keturunan Ismael (orang Arab/Kedar). Disamping sebab jutaan manusia yang datang dari seluruh dunia, telah memberikan hasil melimpah dalam pembangunan Bait Allah di Mekkah

kota Tuhan : itulah Makkah telah menjadi kota ALLAH, bukan lagi di Yerusalem, karena Yerussalem sekarang tidak terdengar pujian, tetapi dentuman peluru dan kebiadaban Israel.

Walaupun Yahudi dan Kristen berkeyakinan, kalau nubuat itu untuk mereka, tetapi ucapan Nabi Yesaya tersebut telah membantah keyakinan mereka, bahwa nubuat itu hanya untuk orang yang naik unta, dan orang yang berqurban kambing, tiada lain hanya Bani Ismael. Di Yerussalim tidak ada wilayah Onta seperti yang terdapat di Mekkah, sangat membudaya, demikian kurban kambing pasti akan dilakukan oleh seluruh jemaah haji.

Prediksi Nabi Yesaya bahwa umat Islam berqurban di Bait ALLAH, Makkah

Yesaya, 60 : 7 à “Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu, semuanya akan dipersembahkan di atas Mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku. Dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.”

Nubuat Nabi Yesaya tersebut, telah menjadi takdir ALLAH pada umat Islam :

Segala kambing domba Kedar : pada setiap hari raya haji/Idul Adha, umat Islam datang berduyun duyun dari seluruh dunia untuk ibadah haji, dan salah satu ritualnya yaitu berqurban kambing dan domba. Sedangkan bila dicermati penuh perhatian dan tidak subyektik, maka akan sampa pada kesimpulan hanya Islam yang bisa melakukan ritual nyembelih kambing, sebagai bagian dari pelaksanaan haji yang disebut Dam

menyemarakkan rumah keagungan-Ku : Masjidil Haram, Ka’bah di Makkah selalu semarak ketika musim Haji. Padat dengan manusia yang sedang beribadah, dengan mengumandangkan lafadl talbiyah.

Bila umat Yahudi dan Kristen yakin, bahwa nubuat tersebut untuk mereka, maka telah dibantah oleh Nabi Yesaya tersebut. Karena sampai saat ini Nebayot, Kedar dan keturunan Ismael lainnya hanya tunduk dan patuh kepada Nabi Muhammad (Islam). Rumah keagungan-Ku adalah Baitullah/Ka’bah (Bait ALLAH), bukan di tembok ratapan Yahudi, bukan Basilika Santo Petrus di Vatikan, dan juga bukan di gereja Yerusalem. Karena sampai detik ini penduduk Arab (keturunan Ismael) tidak ada yang menyembelih/berqurban kambing di tembok ratapan atau di Vatikan atau di gereja Yerusalem, TIDAK ADA.

Prediksi Nabi Yesaya bahwa Nabi Muhammad SAW mengendarai Onta

Yesaya, 21 : 7 à “Apabila dilihatnya pasukan, pasangan-pasangan orang berkuda, pasukan keledai, dan seorang penunggang Onta, maka haruslah diperhatikannya sunguh-sungguh, dengan penuh perhatian.”

Nubuat Nabi Yesaya tersebut, telah ALLAH perkenankan kepada Nabi Muhammad SAW :

Penglihatan Yesaya ini terbagi menjadi dua, bahwa penunggang keledai adalah Yesus (Yohanes, 12 : 14) juga nabi Muhammad punya keledai, dan satu-satunya penunggang unta HANYA terjadi kepada Muhammad SAW, karena beliau tinggal di gurun pasir. Sebuah nubuat tak akan mudah terjadi secara kebetulan tetapi menjadi takdir Tuhan.

Nubuat dari Nabi Musa(18)"seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

(19)"Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban

(20)"Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.

(21)”Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? --

(22)”apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."

Keterangan:

1. ayat 18, Allah akan membangkitkan seorang nabi dari antarasaudara mereka, seperti Musa.

a.    Maksudnya; dari antara saudara mereka, ialah saudara sebangsa yaitu bangsa Arab keturunan Ismail. Kita masih ingat, bahwa Ishak adalah leluhur bangsa Israel, dan Ismail leluhur bangsa Arab.

b.    Seperti Musa, yang seperti Musa hanya nabi Muhammad;

1.    Musa lahirnya wajar, nabi Muhammad pun lahirnya  wajar, sedangkan Yesus tidak wajar.

2.    Musa mempunyai anak dan isteri, nabi Muhammad pun mempunyai anak dan isteri, sedangkan Yesus tidak.

3.    Musa membawa risalah, nabi Muhammad pun membawa risalah, sedangkan Yesus tidak ia hanya melanjutkan atau mengikuti hukum Taurat Musa dan kitab para nabi (baca Matius 5: 17 – 19).

4.  Musa wafatnya secara wajar, nabi Muhammad pun wafatnya secara wajar, sedangkan menurut ajaran kristen Yesus matinya disalib, tidak wajar.

5.    Musa mempunyai ayah dan ibu, nabi Muhammad pun mempunyai ayah dan ibu, sedangkan Yesus hanya mempunyai ibu saja.

6.    Musa diterima oleh bangsanya, nabi Muhammad pun diterima oleh bangsanya, sedangkan Yesus sampai hari ini ditolak oleh bangsanya Israel.

7.    Musa dan nabi Muhammad tidak pernah bangkit dari kuburnya, sedangkan Yesus setelah tiga hari bangkit dari kuburnya.

2. Ayat 19,"Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.

a.  Maksudnya; yaitu firman Allah didalam Al-Qur'an. Karena setiap surat didalam Al-Qur'an dimulai "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang"

b. Bagi manusia yang tidak mau menerima Al-Qur'an akan dituntut pertanggung jawaban.

c.  Ayat 19 ini sangat tidak cocok untuk nubuat Yesus, karena menurut kepercayaan kristen firman itu adalah Yesus itu sendiri, bahkan yesus berfirman bahwa kesaksianya adalah tidak benar pada injil yohanes 5:31.

3. Ayat 20, bila nabi itu mengatakan apa yang bukan dari Allah, atau mengada-ada, maka nabi itu harus mati.

a.    Nabi Musa, menyampaikan wahyu, waktu wafat secara wajar, tidak dibunuh.

b.    Nabi Muhammad, menyampaikan wahyu, waktu wafat secara wajar, tidak dibunuh.

c.    Yesus, menyampaikan wahyu, ternyata Yesus mati disalib (menurut kristen).

d.    Paulus, mengaku mendapat wahyu, dan menyampaikan wahyu, ternyata Paulus pun mati dibunuh. Paulus, seorang yang menjadi pendiri agama KRISTEN, yang mengaku sebagai Rasul dan menerima Wahyu + pada tahun 65 M, ia dibunuh di Roma oleh raja NERO.


Nubuat Nabi Musa tentang misi Nabi Muhammad SAW menaklukkan kota Makkah

Ulangan, 33 : 2  “Tuhan datang dari Sinai, dan terbit dari Seir kepada Mereka, Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari 10.000 orang kudus, disebelah kanannya tampak kepada mereka api yang menyala.”

Namun pada alkitab sekarang penulisan "10.000 orang" di rubah oleh LAI menjadi "ribuan orang kudus" atau "sepuluh ribu malaikat kudus" ( baca keterangan)


-      Pada saat Futuh (penaklukan Makkah) Mekah, rasulullah disertai oleh sepuluh ribu sahabatnya.

-      Api yang menyala, maksudnya HUKUM (Al-Qur’an yang berisikan Hukum Allah)

-      Lebih jelas lagi bahwa yang datang dari pegunungan Paran adalah Rasulullah Muhammad saw. Sejarah telah menuliskan, bahwa peristiwa sumur zam-zam adalah saat Ismail masih kecil yang kehausan, Hajar mencarikan air sampai bolak-balik tujuh kali dari Shafa dan Marwa, akhirnya keluarlah berupa mata air yang mengalir sehingga ibu dan anak itu dapat minum sepuasnya. Peristiwa diabadikan menjadi salah satu rukun haji. Pegunungan Paran adalah di Mekah. Selain itu, Alkitab Perjanjian Lama pun mencatat peristiwa ini, lihat ; Kejadian 21: 17 – 19.

(17)” Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.”
(18)” Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar."
(19)” Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.”


Prediksi Nabi Musa bahwa Firman yang diucapkan Nabi Muhammad selalu diawali dengan kalimat “Bismillah”

Ulangan, 18 : 19 “Firman-Ku yang akan diucapkan Nabi itu demi Nama-Ku.”

Nubuat Nabi Musa tersebut, telah digenapi oleh ALLAH di dalam Al-Qur’an :
Ayat ini adalah ayat lanjutan dari nubuat Nabi Musa pada nomor sebelumnya.

Namun isi ayat ini telah dirobah oleh penterjemah 2005, kalimat “dengan” diganti menjadi “demi.” Tapi jika kalian membaca Alkitab tahun 60an, bunyi ayat tersebut tetap menggunakan kalimat “dengan.”

Jika kita melihat seluruh awal surat Al-Qur’an maka pada 113 surat tersebut pasti diawali dengan Nama ALLAH, yaitu “Bismillahirrohmanirohiim” = “Dengan Nama ALLAH yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”

Faktanya dalam Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, tidak satupun surat yang diawali dengan Nama Allah (Bismillah). Tetapi para misionaris Kristen Arab lebih cerdik dengan melakukan plagiat terhadap Al-Qur’an. mereka menambahkan kalimat “Bismillahirrohmaanirrohiim” di setiap permulaan surat di Alkitab. Hal ini bukan hal aneh lagi bagi umat Islam, karena sudah menjadi hobi bagi para misionaris Kristen dunia merubah-rubah Kitab Suci. Sebuah fakta yang terkonsep dalam penyebaran agama Kristen di Arab, mereka (missionaries) menempelkan kata BIsmillah itu sebagai suatu cara mempengaruhi Islam Arab.

Prediksi Nabi Musa bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi yang benar diutus ALLAH

Ulangan, 18 : 20 à “Tapi seorang nabi yang terlalu berani untuk mengucapkan demi Nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.”

Nubuat Nabi Musa tersebut, telah menjadi firman ALLAH atas kebenaran Nabi Muhammad sebagai Nabi ALLAH :

Ayat ini adalah lanjutan ayat dari nubuat Nabi Musa pada sebelumnya.

Nabi Muhammad meninggalnya dalam keadaan wajar dan tidak dibunuh. (meskipun ada nada sumbang berkalang fitnah dibuat oleh orang orang yang anti islam) Artinya Nabi Muhammad SAW adalah Nabi asli yang diutus oleh ALLAH SWT

Adapun para Nabi palsu yang dimaksud pada nubuat itu, telah ada di zaman Abu Bakar dan semuanya telah mati dibunuh. Mereka kaum pembangkang Islam, dan melantik dirinya sebagai nabi, berakhir tragis dibunuh, termasuk nabi nabi yang bermunculan hingga sekarang, pasti berakhir menyedihkan.

Prediksi Nabi Yeremia tentang kedatangan Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah

Yeremia, 31 : 31 “Sesungguhnya akan datang waktunya … Aku (Allah) akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda … maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya ataumengajar saudaranya dengan mengatakan: kenallah Tuhan! … sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak mengingat lagi dosa mereka.”

Yang dimaksud dengan “perjanjian baru” tiada lain hanyalah “Al-Qur’an” sebabYesus tidak membawa ajaran baru (Mat 5:17) untuk kaum Israel dan Yehuda (Yoh 16:12). Akan tetapi “Al-Qur’an” yang juga memuat hokum Taurat dan penyempurnaannya telah berhasil menarik minat banyak orang Yahudi Madinah yang berlomba lomba masuk Islam.

Dan dengan ucapan Syahadat mereka, maka terhapuslah dosa-dosa mereka pernah lakukan di masa lalu.

Kalimat “Saudaranya” tiada lain adalah kaum Ismael yang bersaudaraan dengan kaum Israel . Sedangkan Yesus sendiri hanya diutus untuk kaum Israel saja (Mat 10:5-6 & Mat 15:24-26).

Prediksi Nabi Habakuk tentang kedatangan Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah

Habakuk, 3 : 3 à “Allah datang dari negri T’eman dan Yang Maha Kudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungannya menutupi segenap langit dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya.”

Lihat penjelasan tentang  Paran di nomor sebelmunya, bahwa Nabi Muhammad datang dengan membawa cahaya Al-Qur’an (Firman Allah) dari Paran (Makkah).

Jika umat Yahudi dan Kristen yakin kalau nubuat ini untuk para nabi mereka, maka dengan sendirinya terbantahkan dengan fakta saat ini. Penduduk Paran/Arab sampai detik ini beragama Islam karena ajaran Al-Qur’an yang datang dari Allah.

Nubuat Nabi Daniel tentang kedatangan Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah

Daniel, 2 : 44 à “Tetapi pada zaman raja-raja … Allah akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain; kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya.”

Nubuat ini hanya sesuai untuk kerajaan sorga yang dibawa oleh Nabi Muhammad yaitu Islam yang berhasil mengalahkan segala kerajaan seperti kerajaan Romawi, Persia, Yaman, dan kerajaan lainnya, semuanya berhasil dikalahkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Dan sampai akhir zaman, Islam akan terus berjaya.


Nubuat Nabi Daud Bahwa Nabi Muhammad sebagai pahlawan berpedang dan pemimpin pasukan panah

Mazmur, 45 : 3-5  “Kemurahan tercurah pada bibirmu, sebab itu ALLAH telah memberkati engkau untuk selama-lamanya, ikatlah pedangmu pada pinggang hai pahlawan, dalam keagunganmu dan semarakmu… majulah demi kebenaran, prikemanusiaan dan keadilan, biarlah tangan kananmu mengajarkan engkau perbuatan-perbuatan yang dahsyat. Anak-anak panahmu tajam menembus jantung musuh raja, bangsa-bangsa jatuh di bawah kakimu.”

Perhatikan kalimat-kalimat yang dicetak tebal di atas dan lihatlah telah digenapi oleh ALLAH kepada Nabi Muhammad :

Nabi daud mengatakan Pahlawan berpedang...!! apakah yesus pandai memainkan pedang...? apakah paulus yang tewas di tangan kaisar nero pandai menggunakan pedang dan memimpin pasukan pemanah..???

Kemurahan tercurah pada bibirmu : inilah sifat Nabi Muhammad SAW kepada musuh-musuhnya ketika peristiwa Fathu/Pembebasan kota Makkah, beliau memaafkan semua orang kafir yang telah menyiksa umat Islam sebelumnya. Ikatlah pedangmu : pedang adalah senjata Nabi Muhammad (dikutip dari Hadis Sohih).
majulah demi kebenaran : Nabi Muhammad diizinkan perang oleh ALLAH untuk membela diri dan menegakkan kebenaran (dikutip dari Al-Qur’an).

Prikemanusiaan dan keadilan : Nabi Muhammad SAW berperang penuh dengan prikemanusiaan dan keadilan, ketika berperang beliau melarang membunuh wanita, anak-anak, lansia, hewan dan tumbuhan. (dikutip dari Hadis Sohih).

tangan kananmu mengajarkan engkau perbuatan yang dahsyat : Nabi Muhammad telah menulis surat dakwah Islam kepada raja-raja di dunia. (dikutip dari Hadis Sohih).

bangsa-bangsa jatuh di bawah kakimu : ketika peperangan demi peperangan melawan kekafiran telah dimenangi oleh Nabi Muhammad SAW, maka banyak bangsa-bangsa yang yang tunduk patuh kepada beliau. (dikutip dari Hadis Sohih).

Anak-anak panahmu tajam : bahwa Nabi Muhammad adalah pemimpin pasukan pemanah. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad : “Panahlah wahai keturunan Ismail, sesungguhnya bapak kamu (Ismail) adalah seorang pemanah.” (baca kitab imam Bukhori di bab Jihad wa Sair. Dan juga baca kitab Ibnu Majah di bab Jihad).

Nubuat Daud bahwa umat pilihan akan pindah dari umat Israel kepada umat Ismael

Mazmur, 46 : 17-18 “Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti, engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi… sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan selamanya.”

Nubuat nabi Daud tersebut, telah digenapi oleh ALLAH SWT kepada umat Islam :
ü Sebagaimana Firman ALLAH dalam Al-Qur’an : “Kalian (Umat Islam) adalah sebaik-baik umat (pilihan) yang dibangkitkan/dilahirkan oleh ALLAH untuk seluruh manusia.”
ü Nubuat ini juga dikatakan oleh Yesus dalam perjanjian baru (lihat BAB 13 nomor 1).

Nubuat Nabi Daud bahwa Nabi Muhammad SAW akan selalu dimasyhurkan oleh ALLAH selama-lamanya
· Mazmur, 46 : 18 à “Aku (ALLAH) mau memasyhurkan namamu turun temurun.”
· Nubuat nabi Daud tersebut, telah digenapi oleh ALLAH SWT :
ü Sebagaimana Firman ALLAH dalam Al-Qur’an : “Sesungguhnya ALLAH dan para malaikat-Nya bersholawat/memasyhurkan nama Nabi Muhammad SAW.”

Nubuat Nabi Daud bahwa Muslimin Islam bersholawat/berdoa untuk Nabi Muhammad setiap waktu
Mazmur, 72 : 15 à “Kiranya ia dido’akan senantiasa, dan diberkati sepanjang hari.”
Nubuat nabi Daud tersebut, telah digenapi oleh ALLAH SWT :
Umat Islam diseluruh dunia mendo’akan/bersholawat kepada Nabi Muhammad minimal 10x sehari ketika sholat 5 waktu.

Tidak satupun Kristiani mendoakan Yesus, tapi mereka justeru berdoa kepada Yesus....!!!

Nubuat Nabi Daud bahwa negri Syeba (Yaman) akan tunduk kepada Nabi Muhammad
Mazmur, 72 : 10  “Kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti.”


Nubuat nabi Daud tersebut, telah digenapi oleh ALLAH SWT :
Syeba : adalah daratan tinggi Yaman. (lihatlah peta dunia zaman purba dan peta kerajaan Israel di halaman belakang Alkitab 2005. Lihat posisi/letak kota Bersyeba di peta itu, kemudian lihatlah sejarah geografi Yaman, menyebutkan bahwa negri mereka dahulunya bernama “Bersyeba/Syeba.”
Seba : adalah daratan rendah Yaman. (selidikilah seperti penyelidikan di atas).
Kedua negri Yaman tersebut memberikan upeti/hadiah kepada Nabi Muhammad (dikutip dari Hadis Sohih).

Prediksi Yesus tentang pindahnya Bait ALLAH dari Yerusalem ke kota Makkah

Yohanes, 4 : 21 “Saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan digunung ini dan bukan di Yerusalem.”

Matius 21:43 “Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

“Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.” (Kejadian 49: 10).
Nubuat Yesus tersebut, telah menjadi takdir ALLAH kepada umat Islam karena Rasulullah telah mendirikan pemerintahan Islam di Madinah dengan jajirah arab berada dalam kekuasaanya,  mustahil nubuat tersebut untuk yesus karena selama hidupnya yesus tidak pernah mendirikan pemerintahan malah ditangkap tentara romawi kemudian di gebukin untuk selanjutnya di salib, menurut pihak kristen tentunya.

Bisa di perhatikan nubuat di nomor 7, 16 dan 18, maka maksud ucapan Yesus tersebut tiada lain adalah Makkah.

"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya" (Yohanes 14:16)

"Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum ia terjadi, supaya kamu percaya, apabila ia terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku. Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini." (Yohanes 14: 25-30)

"Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu."

"Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum."

"Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya."

"Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang."

"Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku." (Yohanes 16: 7-14)

Mustahil roh kebenaran yang di maksud dalam ayat tersebut adalah roh kudus karena roh kudus hanyalah omong kosong yang bahkan ga bisa ngebenerin alkitab yang carut marut... bisa di coba dengan bertanya tentang ayat ayat kontradiksi di alkitab kepada pendeta yang lagi on atau kesurupan roh kudus... paling jawabanya adalah imani saja...

Begitu juga dengan paulus yang tewas mengenaskan di tangan kaisar nero terbukti sangat lemah dan tidak berdaya dan sudah jelas tidak mempunyai kriteria seperti yang di nubuatkan oleh yesus.

Dan jika umat Kristen yakin mengakui nubuat di perjanjian lama untuk Yesus, tentu dengan sendirinya ditolak oleh fakta sejarah, karena Yesus selama hidupnya tidak pernah berperang untuk melawan dan mengalahkan kerajaan orang-orang kafirmalah yesus ketakutan sewaktu di kejar kejar oleh tentara romawi untuk di salib. Dan Yesus sendiri mengakui ajaran Injil yang dibawanya belumlah lengkap.

"Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya."  (Yoh 16:12).Join 4Shared Now!

Read More......

Yesus bukan Tuhan

Beberapa alasan bahwa yesus bukan tuhan

Sejarah mengabarkan bahwa yesus pernah di gebukin tentara romawi macam copet di gebukin masa di pasar umum kemudian di sesah dan harus memikul kayu salib  kemudian di salib, sebenarnya hal tersebut sudah membuktikan bahwa yesus bukan lah tuhan, suatu hal yang mustahil jika tuhan selemah itu, Tuhan yang telah menciptakan jagat raya, yang telah membelah lautan untuk nabi musa, Tuhan yang telah menimpakan bencana kepada kaum sodom dan membalikan kotanya hingga ke dalam bumi sampai sampai mengubur bibit bibit penyakit AIDS sejak jaman dahulu kala... tidaklah mungkin selemah itu bisa di gebukin hanya oleh sekelompok tentara romawi walau dengan alasan apapun apalagi jika alasanya adalah untuk menebus dosa warisan,  mungkinkah tuhan takluk oleh dosa...?  memang sehebat apakah dosa itu...

Begitu juga dengan halnya firman yang di percaya sebagai tuhan mana mungkin berfirman bahwa dirinya tidak bisa apa apa dan kesaksianya adalah tidak benar ????

"Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku."
"Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar" yohanes 5:30-31



Percayakah anda bahwa firman atau 'tuhan' menyatakan dalam firmanya sendiri bahwa kesaksianya adalah "tidak benar"???

Berikut di bawah adalah beberapa alasan lagi bahwa yesus bukan tuhan:

1. Maria mengandung kemudian melahirkan Yesus 

“Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engakau menamai Dia Yesus.” (Lukas 1:31).

Injil Lukas juga berbicara tentang nubuat Yesus yang akan dikandung dan dilahirkan oleh wanita. Tuhan menubuatkan kelahirannya Yesus melalui kandungan seorang wanita yang bernama Maria. Yang namanya dikandung dan dilahirkan oleh wanita, pasti dia itu makhluk ciptaan-Nya seorang anak manusia, bukan Tuhan. Tidak mungkin jika Tuhan yang menubuatkan akan dilahirkan sendiri menjadi manusia yang berproses selama lebih kurang sembilan bulan.

  • Setiap yang dikandung dan dilahirkan oleh wanita, pastilah manusia, bukan Tuhan.
  • Yesus dikandung dan dilahirkan oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
2. Yesus dikhitan atau disunat 

“Dan ketika genap delapan hari dan ia harus disunatkan, ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum ia dikandung ibu-Nya.” (Lukas 2:21).

Orang yang paling mengetahui siapa sebenarnya anaknya adalah orangtuanya sendiri, apalagi ibunya yang melahirkannya. Belum pernah terbesit dalam mulut ibunya (Maryam) mengatakan atau memberikan kesaksian kepada umat manusia saat itu, bahwa anaknya yang dia lahirkan itu bernama Yesus adalah Tuhan atau Allah itu sendiri yang menjelma jadi manusia. Ibu dan bapaknya menyunatkan Yesus tepat pada hari ke delapan sesuai dengan firman Allah kepada mereka yaitu dalam kitab Kejadian 17:12 yang berbunyi :

“Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun temurun ….”

Jika Yesus itu Tuhan, apakah Tuhan perlu bersunat? Karena Yesus itu manusia, maka dia wajib bersunat, mengikuti perintah Tuhan.

3. Yesus diserahkan kepada Tuhan 

“Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkannya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hokum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.” (Lukas 2:22-23).

Menurut Alkitab setiap anak lak-laki harus ditahirkan (disucikan) menurut Hukum Taurat Musa, termasuk Yesus harus mengikuti hokum taurat Musa untuk disucikan dan dikuduskan oleh Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan, apakah perlu Tuhan harus disucikan dan dikuduskan lagi? Jika Yesus itu Tuhan, berarti dia sendiri Yang Maha Suci dan Maha Kudus bukan? Timbul pertanyaan, apakah Tuhan perlu disucikan dan dikuduskan lagi oleh Tuhan??

4. Yesus dipanggil “nak” oleh kedua orang tuanya 

“Dan ketika orang tuanya melihat dia, tercenganglah merea, lalau kata ibunya kepadanya: “Nak, mengapa kamu berbuat demikian terhadap kami? Bapamu dan aku cemas mencari Engkau.” (Lukas 2:48).

Seperti sudah dijelaskan pada ayat-ayat sebelumnya, bahwa yang paling mengetahui siapa anaknya, adalah ibunya yang melahirkan dia. Ibu bapaknya memanggil Yesus dengan sebutan “nak”, berarti Yesus itu adalah anak mereka, anak manusia, bukan Tuhan! Sangat tidak masuk akal jika Tuhan punya orang tua, ibu dan ayah. Buktinya tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab, dimana ibunya dan bapaknya pernah menyembah kepada Yesus anaknya sebagai Tuhan atau Allah itu sendiri. Dan tidak sekalipun ibu bapaknya memberikan kesaksian kepada umat manusia pada saat itu, bahwa anaknya yang bernama Yesus adalah Allah atau Tuhan semesta alam yang harus disembah oleh semua manusia, karena dia adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia, tidak pernah! Jika ibu bapaknya pernah mengatakan bahwa anak yang dilahirkan itu bernama Tuhan, tentu para penulis injil akan mengabadikannya dalam injil.
5. Yesus diasuh ibunya dan semakin besar dan semakin dikasihi Allah 

“Lalu Ia pulang bersama-sama dengan mereka ke Nazaret; dan ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan sema perkara di dalam hatinya. (52) dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lukas 2:51-52)

Ayat tersebut mengisahkan tentang perbuatan Yesus ketika dia berumur dua belas tahun sudah mulai berdakwah. Karena Yesus sering pergi tanpa setahu orang tuanya, maka cemaslah orang tuanya mencari-cari dia. Setelah ditemukan, mereka membawa pulang anak itu yang masih berumur dua belas tahun yaitu Yesus. Yesus diasuh oleh orang tuanya dan semakin bertambah besar dan semakin dikasihi oleh Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan, bagaimana mungkin Tuhan sejak dilahirkan sampai dewasa diasuh oleh manusia selama puluhan tahun. Jika Yesus itu Tuhan, maka orang pertama yang paling tahu, adalah ibunya yang mengandung, melahirkan dan merawatnya. Apa kata dunia jika seorang ibu menceboki 'tuhan'....
6.Silsilah Yesus Kristus 
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanak Ishak, Ishak memperanak Yakub, Yakub memperanak Yehuda dan saudara-saudaranya …. Yakub memperanak Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kritus …… (Matius 1 : 1 …… dst).

Sebenarnya silsilah Yesus (Nabi Isa as) hanya bisa dinisbatkan kepada ibunya Maryam karena kelahiran beliau tidak melalui hubungan biologis. Yesus (Nabi Isa) lahir dari kalamullah maka lebih pantas disebut Yesus (Isa) bin Maryam, bukannya Isa (Yesus) bin Yusuf. Karena ia dilahirkan oleh manusia, maka Yesus adalah 100% manusia dan bukan Tuhan !
Yang namanya Tuhan (Allah), mustahil bersilsilah, Dia tidak berawal dan tidak berakhir. Maka kesimpulannya adalah sebagai berikut :

    Setiap yang bersilsilah, pasti dia bukan Tuhan !
    Yesus bersilsilah, berarti Yesus bukan Tuhan !!

Ayat tersebut menjelaskan, hanya Allah saja yang tidak berawal dan tidak berakhir, sementara Yesus (Nabi Isa) berawal dan berakhir. Berawal dari kelahirannya dan berakhir dengan kematiannya.

1. Setiap yang berawal dan berakhir, pasti bukan Tuhan !

2. Yesus berawal dan berakhir, berarti Yesus bukan Tuhan !!

2. Kelahiran Yesus Kristus

“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1 : 21).
Ayat tersebut merupakan nubuat Allah buat Maryam bahwa ia akan melahirkan anak laki-laki yang bernama Yesus, sebagai penyelamat Umat yaitu Bani Israel.

    Setiap yang dilahirkan, pasti bukan Tuhan.
    Yesus dilahirkan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Yesus menjadi penyelamat umatnya (Bani Israel) berarti Yesus hanya seorang utusan Tuhan, manusia biasa dan bukan Tuhan.




7. Yesus dikasihi oleh Tuhan.
“Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan : “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah AKu berkenan.” (Matius 3:17).
Suara yang terdengar dari langit itu adalah suara Tuhanyang mengasihi dan berkenan terhadap anak-Nya yaitu Yesus. Jika Yesus itu Tuhan, suara Tuhan yang mana lagi  yang ia dengar? Bukankah Tuhan itu hanya satu?

    Setiap yang mendengar suara Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    Yesus mendengar suara Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang dikasihi Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    esus dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.




8. Yesus dibaptis oleh Yohanes
“Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibabtis olehnya.” (Matius 3:13).

Kalau Yesus itu Tuhan, mestinya Yesus yang membaptis Yohanes, bukan sebaliknya. Setiap orang baru memasuki wilayah suatu agama, pintu pertama yang harus dia lewati yaitu “pembabtisan”. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan harus dibaptis padahal pengertian baptis adalah pencucin dari dosa dosa "warisan", tidaklah mungkin tuhan mempunyai dosa hingga harus di baptis. Sendainya jiklau apabila yesus sudah di baptis maka apakah mungkin yesus beragama christian / kristen...??? 

Tidak ada seorang pun yang bisa memastikan bahwa yesus beragama christian karena kristen muncul jauh setelah yesus di salib, berdasarkan surat paulus dalam kisah para rasul 11:26 disebutkan bahwa 

"Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen."

    Setiap yang dibabtis, pasti bukan Tuhan.
    Yesus dibabtis, berarti Yesus bukan Tuhan.


9. Yesus memulai pekerjaannya pada usia 30 tahun 

“Ketika yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli.” (Lukas 3:23).

Ayat tersebut menceritakan tentang silsilah  Yesus yang memulai pekerjaannya ketika dia berumur kira-kira tiga puluh tahun. Jika Yesus itu Tuhan, bagaimana mungkin Tuhan baru memulai bekerja ketika berumur kira-kira tiga puluh tahun??

10. Yesus Pemimpin Umat Israel
“Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-ali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel.” (Matius 2:6).

Yesus dinubuatkan Tuhan untuk menjadi seorang pemimpin yang akan menggembalakan umatnya Israel.

    Setiap yang dinubuatkan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    Yesus dinubuatkan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang dijadikan penggembala bagi umat Israel, pasti bukan Tuhan.
    Yesus dijadikan penggembala bagi Israel, berarti Yesus bukan Tuhan.


11. Yesus datang atas nama Tuhan
“Orang-orang yang berjalan didepan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru :”Hosana! Diberkati Dia yang datang dalam nama Tuhan…(Markus 11:9).

Pada ayat tersebut orang-orang berseru dalam menyambut kedatangan sus dengan ucapan “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan….” Hal itu menggambarkan bahwa Yesus itu bukan Tuhan. “Hosana” berarti selamat datang. Tidak mungkin Tuhan datang atas nama Tuhan juga. Tuhan yang mana lagi yang datang, jika Yesus itu sendiri adalah Tuhan?



12. Yesus berdoa dan bersaksi dia diutus oleh Tuhan 

“Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata : “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 11:41-42).

Ayat tersebut adalah doa Yesus kepada Allah yang memohon agar orang bernama Lazaru yang telah empat hari mati supaya dihidupkan kembali dari kuburnya. Permohonan Yesus dikabulkan oleh Allah, maka keluarlah Lazarus dari kuburnya. Alalh mengabulkan permohonan doa Yesus, untuk membuktikan kepada mereka bahwa dia benar-benar utusan Tuhan.

13. Yesus berdoa di atas bukit
“Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian disitu.” (Matius 14:23).

Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa Yesus naik ke bukit untuk berdoa seorang diri. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu berdoa lagi kepada Tuhan. Jika masih ada Tuhan lain yang dia sembah, berarti Tuhan itu lebih dari satu. Tuhan yang mana lagi yang disembah oleh Yesus, jika ia sendiri adalah Tuhan???


14. Yesus lapar, tidak tahu musim dan mengutuk pohon ara
“Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat sesuatu dari pohon itu. Tetapi waktu Ia  tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu :”Jangan lagi seorang pun memakan buahmu selama-lamanya?” Dan murid-muridnya pun mendengarnya.” (Markus 11:1214).

Dikisahkan di dalam ayat-ayat tersebut bahwa Yesus merasa lapar, lalu dia mendekati pohon tersebut barangkali ada buahnya untuk dimakan. Ternyata pohon tersebut tidak ada buahnya. Maka dikutuklah pohon tersebut, karena apa yang dia harapkan dari pohon itu ternyata tidak ada. Jika Yesus itu Tuhan, tanpa mendekatpun dia tahu bahwa pohon itu tidak ada buahnya. Dan jika Yesus itu Tuhan, walaupun belum musim buah, dengan kuasanya dia bisa memerintahkan pohon tersebut untuk mengeluarkan buahnya. Dan jika Yesus itu Tuhan, tentu dia bijaksana, tidak perlu mengutuk pohon yang tidak bersalah. Jika Yesus itu Tuhan, berarti pohon ara tersebut adalah mahkluk ciptaannya. Tentu dengan kemahakuasaannya, dia bisa memerintahkan pohon itu mengeluarkan buahnya seketika itu juga, walaupun bukan musim berbuah.



15. Yesus tidak tahu hari kiamat
"Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun tahu , malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36)
Berbicara tentang kapan datangnya hari kiamat, Yesus berterus terang bahwa tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga pun tidak tahu, dan Yesus sendiri tiak tahu kapan hari kiamat tiba, kecuali hanya Allah yang tahu. Jika Yesus itu Tuhan, mestinya dia tahu kapan datangnya hari kiamat itu. Wajar jika ia tidak tahu, sebab memang dia itu hanyalah seorang nabi atau Rasul, bukan Tuhan!

    Setiap yang tidak tahu tentang hari kiamat, pasti bukan Tuhan!
    Yesus tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang memanggil Bapa kepada Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
    Yesus memanggil Bapa kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan!!



16. Tuhan bersaksi tentang Yesus

“Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendenngar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat.” (Yohanes 5:37).

Lagi-lagi Yesus mengaku bahwa dia diutus Tuhan. Dan Tuhan juga bersaksi akan keberadaan Yesus. Juga suara Tuhan tidak pernah ada yang mendengar, dan rupa Tuhan juga tidak ada yang melihatnya. Karena Yesus memberikan kesaksian seperti itu, wajarlah jika kita mengamininya, karena mustahil Yesus harus berbohong. Jika Yesus mengaku hanya diutus oleh Tuhan, mengapa kita harus menuhankannya? Dan jika Yesus bersaksi bahwa rupa Allah tidak pernah ada yang melihatnya, mengapa rupa Yesus dijadikan sebagai pengganti rupa Allah?
17. Ajaran Yesus berasal dari Tuhan 

“Jawab Yesus kepada mereka : “Ajaranku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 7:16).

Ayat tersebut merupakan jawaban Yesus terhadap orang-orang Yahudi yang merasa heran ketika Yesus mengajar di Bait Allah. Mereka heran darimana Yesus mendapat pengetahuan seperti itu tanpa belajar. Makanya Yesus menjawab bahwa ajarannya bukan berasal dari dirinya sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutusnya. Dari jawaban Yesus tersebut dapat kita simpulkan bahwa apa yang Yesus ajarakan adalah atas bimbingan dari yang mengutusnya yaitu Allah. Sebagai seorang utusan Allah, wajarlah jika Allah mudahkan dengan memberi ilmu padanya untuk berbicara atau mengajar.
18. Yesus mengatakan apa yang dia dengar dari yang mengutusnya 

“Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu, akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari padanya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” (Yohanes 8:26).

Yesus berkata kepada orang banyak yag tidak mengetahui siapa dirinya sebenarnya, dimana Yesus berkata bahwa nanti dia akan menginggalkan mereka dan pergi kepada yang mengutusnya yaitu Allah. Dan apa yang dia dengar langsung dari Tuhannya, itulah yang akan dikatakannya.

  • Setiap yang mengaku diutus oleh Tuhan, pasti bukanlah Tuhan.
  • Yesus mengaku diutus oleh Tuhan, berarti yang bukan Tuhan.
  • Setiap yang mendengar dan mengatakan perkataan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mendengar dan mengatakan perkataan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.


19. Yesus berbicara sesuai apa yang Tuhan ajarkan padanya 

“Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, ia menyertai aku. Ia tidak membiarkan aku sendiri, sebab aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepadanya.” (Yohanes 8:28-29)

Karena orang-orang tersebut masih tidak mengerti bahwa Yesus berbicara kepada mereka tentang Bapanya (Tuhannya), maka Yesus meneruskan jawabannya bahwa bila mereka meninggikan Anak Manusia, maka mereka akan tahu siapa dia sebenarnya. Yesus jelaskan bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, dia berbicara hal-hal yang diajarkan oleh Bapanya yang mengutusnya, dan dia berbuat apa saja yang berkenan kepada Bapanya (Allah) dan dia tidak sendirian, tetapi Tuhan selalu menyertainya.

20. Yesus berpuasa dan merasa lapar
“Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.” (Matius 4:2).

Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan harus berpuasa dan merasa lapar. Yang berpuasa dan merasa lapara adalah sifat manusia.

    Setiap yang berpuasa dan lapar, pasti bukan Tuhan.
    Yesus berpuasa dan merasakan lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.


 

21. Iblis membawa Yesus jalan jalan
“Kemudian Iblis membawa-Nya ke kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah.” (Matius 4:5)

Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan bisa dibawa-bawa oleh Iblis, apalagi ditempatkan oleh iblis di atas bubungan Bait Allah. Jika dia Tuhan, mana kekuasaannya sampai dia bisa dbawa-bawa oleh iblis? Hal ini terkesan seperti main-main saja, apalagi iblis memerintahkan agar Yesus meloncat dari bubungan Bait Allah.


“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.” (Matius 4:1).

Jika Yesus itu Tuhan, mestinya Tuhanlah yang mencobai Iblis, bukan sebaliknya. Sangat tidak rasional jikat Tuhan harus dicobai oleh Iblis. Sebagai seorang Nabi atau Rasul, tentu sangat wajar jika Yesus dicobai Iblis karena dia hanya seorang yang diutus oleh Tuhan.

 
    Setiap yang ditempatkan iblis ke atas bubungan Bait Allah, pasti dia bukan Tuhan.
    Yesus ditempatkan oleh iblis ke atas bubungan Bait Allah, berarti Yesus bukan Tuhan.

“Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya.” (Matius 4:8).
Seandainya Yesus itu Tuhan, tidak mungkin dia bisa dibawa-bawa oleh iblis, apalagi sampai ditempatkan oleh iblis di atas gunung yang sangat tinggi.

    Setiap yang dibawa-bawa oleh iblis ke atas gunung, pasti bukan Tuhan.
    Yesus dibawa-bawa oleh iblis ke atas gunung, berarti Yesus bukan Tuhan.
 


“Maka berkatalah Yesus kepadanya :”Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya Dia sajalah engkau berbakti!”. (Matius 4:10).
Yesus menghardik dan menyuruh Iblis untuk menyembah hanya kepada Allah saja. Ini berarti iblispun tahu bahwa Yesus mengajarkan tauhid dan dia bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah. Jika Yesus itu Tuhan, tentu kata-katanya kepada Iblis sebagai berikut, “Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Aku, sebab hanya kepadaKu sajalah engkau berbakti!”

    Setiap yang menyuruh menyembah kepada Tuhan, berarti bukan Tuhan!
    Yesus menyuruh menyembah kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!

Yesus menyuruh menyembah kepada Tuhan yang dia sembah yaitu Allah SWT. Ini membuktikan bahwa Yesus hanyalah seorang nabi, rasul atau utusan Tuhan, bukan Tuhan!.



22. Yesus mengaku dia seorang nabi
“Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati dimana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, diantara kaum keluarga dan di rumahnya.” (Markus 6:4).

Pada ayat tersebu Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia hanyalah seorang nabi dan punya kaum keluarga. Jika Yesus sendiri telah memberikan kesaksian bahwa dirinya hanyalah seorang nabi dan mempunyai kaum keluarga, mengapa umatnya yang mengaku sebagai pengikutnya justru menganggap beliau sebagai Tuhan? Yesus memberi kesaksian bahwa dia seorang nabi dan punya kaum keluarga, berarti dia bukan Tuhan.

    Setiap yang mengaku seorang nabi dan punya kaum keluarga, pasti dia bukan Tuhan.
    Yesus mengaku sebagai nabi dan punya kaum keluarga, berarti Yesus bukan Tuhan



23. Yesus berdoa dan mengucap berkat
“Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu. Begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka.” (Markus 6:41).

Ayat tersebut bercerita tentang bagaimana Yesus memberi makan lima ribu orang dengan hanya lima potong roti dan dua ikan. Tentu sangat mustahil hanya dengan lima roti dan dua ikan bisa mencukupi untuk makanan sebanyak lima ribu orang. Untuk itu maka Yesus menengadah ke langit dan berdoa minta berkat dari Tuhannya agar dikabulkan doanya. Tuhan kabulkan doa permohonan Yesus, maka walaupun hanya lima potong roti dan dunia ikan, tetapi cukup untuk makanan lima ribu orang, bahkan tidak habis, masih tersisa beberapa bakul. Inilah yang disebut dengan mukjizat. Karena Tuhan mengabulkan permohonannya, maka terjadilah mukjizat itu. Seandainya Tuhan tidak mengabulkan doanya, tentu tidak mungkin hanya bermodalkan lima roti dan dua ikan akan cukup memberi makan lima ribu orang. Allah memberikan mukjizat-Nya, untuk membuktikan kepada orang-orang pada zaman itu bahwa dia (Yesus) adalah benar seorang Nabi utusan-Nya.

    Setiap yang menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    Yesus menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang meminta berkat kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    Yesus meminta berkat kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

24. Yohanes menyebut Yesus “Guru”
“Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena dia bukan pengikut kita.” (Markus 9:38).

Yohanes yang hidup sezaman dengan Yesus, memanggil Yesus dengan sebutan “Guru”. Ini berarti Yohanes pun tahu bahwa Yesus bukan Tuhan. Kalau Yohanes tahu Yesus itu Tuhan, tentu dia akan panggil Yesus dengan sebutan “Tuhan”. Yohanes (Nabi Yahya) seorang yang Rasul, tidak memanggil Yesus dengan sebutan “Tuhan” karena dia tahu persis bahwa Yesus itu hanyalah seorang “Guru”.

    Setiap yang dipanggil “guru” pasti bukan Tuhan.
    Yesus dipanggil “guru” oleh Yohanes, berarti Yesus bukan Tuhan.



25. Yesus menerima firman Tuhan dan menyampaikannya 

“Sebab segala firman yang engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa aku datang dari pada – Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”. (Yohanes 17:8)

Dengan segala kerendahan hati Yesus mengaku bahwa dia telah menyampaikan segala firman yang Tuhan wahyukan kepadanya untuk disampaikan kepada mereka para pengikutnya, agar mereka yakin dan percaya bahwa dia itu adalah utusan yang datang dari Tuhannya. Ucapan Yesus yang polos dan berhaja tersebut, sangatlah jelas dan sudah dipahami oleh siapapun. Anak kecilpun paham dakan hal itu.

26. Yesus mengaku hanya Allah saja yang baik
“Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut dihadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus : “Mengapa kau katakana Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. (Markus 10:17-18).

Yesus dipanggil “guru” oleh orang tersebut, berarti Yesus bukan Tuhan. Yesus menjawab bahwa “tak seorangpun yagn baik selain dari pada Allah saja”. Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa “tak seorangpun yang baik selain daripada Aku.”

    Setiap yang mengaku hanya Tuhan saja yang baik, pasti dia bukan Tuhan.
    Yesus mengaku bukan dia yang paling baik, berarti dia bukan Tuhan.

27. Kata Yesus, segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah
“Yesus memandang mereka dan berkata : “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikain bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” (Matius 10:27).

Ayat tersebut bercerita tentang sulitnya orang-orang yang kaya akan masuk ke dalam kerajaan surga. Yesus memberikan perumpamaan bahwa lebih mudah seekor unta untuk masuk ke dalam surga. Karena perumpamaan tersebut tidak dipahami oleh orang yang mendengarnya, maka Yesus berkata “segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa segala sesuatu mungkin bagi-Ku. Jika Yesus itu Tuhan (Allah), Allah mana lagi yang dia sebutkan itu?

    Setiap yang mengakui keberadaan Allah, pasti bukan Tuhan.
    Yesus mengaku keberadaan Allah, berarti dia bukan Allah.

28. Anak Manusia, diolok-olok, diludahi dan dibunuh
“Kata-Nya : “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, (34) dan Ia akan diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari ia akan bangkit.” (Markus 10:33-34).

Pada ayat tersebut, Yesus mengaku dengan jujur bahwa dia adalah Anak Manusia dan dia diludahi, disesah dan akan dijatuhi hukuman mati (dibunuh) dan pada hari yang ketiga, dia akan dibangkitkan oleh Tuhan. Kesimpulannya :

    Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia pasti bukan Tuhan.
    Yesus mengaku sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang dihukum oleh manusia, pasti bukan Tuhan.
    Yesus dihukum oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang dibunuh manusia, pasti bukan Tuhan.
    Yesus dibunuh oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang dibangkitkan dari kubur selama tiga hari, pasti bukan Tuhan.
    Yesus dibangkitkan dari kubur setelah tiga hari, berarti Yesus bukan Tuhan.


29. Yesus termasuk orang durhaka 
“Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi : “Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.” (Markus 15:28)

Yesus terhitung dalam golongn orang pendosa, mana mungkin tuhan terhitung di antara orng orang pendosa dan menurut perjanjin lama orang yang di salib adalah orang terkutuk... mungkinkah ada tuhan terkutuk.... ya itulah tuhn yesus...

“Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang,"

"maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.”  Ulangan 21:22-23


30. Yesus tidak berhak, kecuali Tuhan
“Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku dan di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan.” (Markus 10:40)

Ayat tersebut merupakan permohonan dari Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zabedeus kepada Yesus agar kelak mati, mereka bisa duduk disebelah kiri dan sebelah kanan Yesus. Tetapi Yesus menjawab dia tidak berhak memberikannya, karena memang itu bukan haknya dia, tetapi hak Tuhannya (Allah).

    Setiap yang tidak punya hak (kuasa) pasti bukan TUhan.
    Yesus tidak punya hak (kuasa), berarti Yesus bukan Tuhan.
    Sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu dia langsung memberikan keputusan kepada Yakobus dan Yohanes.
    Setiap yang tidak bisa memberikan keputusan, psati bukan Tuhan
    Yesus tidak bisa memberikan keputusan, berarti Yesus bukan Tuhan.


31. Ramalan Yesus yang meleset
“Kata-Nya lagi kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya diantara orang yang hadir disini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.” (Markus 9:1).

Sejak Yesus mengucapkan ramalan tersebut sampai saat ini tahun 2005, sudah hampir 2000 tahun lamanya, tetapi tidak ramalannya tidak terbukti alias fiktif. Sementara jangka waktu yang hampir 2000 tahun sampai sekarang ini, orang-orang yang mendengar ucapan Yesus saat itu sampai sekarang, sudah ada ratusan generasi semuanya telah mati, tetapi Kerajaan Allah yang Yesus janjikan belum juga datang. Jika Yesus itu Tuhan, tentu ucapan Yesus tersebut terbukti, berarti itu hanyalah ucapan fiktif.
 

32. Ucapan Yesus fiktif,  tidak terbukti
“Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkantaan-Ku, yang telah Kukatakan padamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. “Lalu ia membuka pikiran mereka, sehingga mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga,…” (Lukas 24:24-46)

 
Ucapan Yesus tersebut, sampai saat ini tidak ada seorang pendeta atau pastur, bahkan Paus yang ada di Roma-pun tidak bisa membuktikan kebenaran dari ucapan Yesus tersebut. Jika itu benar-benar ucapan Yesus, apalagi dia sebagai Tuhan menurut agama anggapan Kristen, tentu apa yang diucapkan pasti bisa dibuktikan. Ucapan Yesus yang mengatakan bahwa ada tertulis dalam Kitab Taurat Musa, Kitab para Nabi-Nabi dan Kitab Mazmr bahwa “Mesias akan menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga” ternyata setelah dicek, ucapannya itu tidak terdapat dalam kitab-kitab tersebut. Ini membuktikan ucapan Yesus tersebut adalah fiktif, karena tidak bisa dibuktikan.


"Tetapi nabi yang lancang berkata-kata di dalam nama-Ku, yang tidak Aku perintahkan untuk mengatakannya dan yang berkata dalam nama allah yang lain, maka nabi itu harus mati "

“Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepada-nya.” (Ulangan 18:20-22)

 Bahkan menurut hukum taurat nabi yang berbohong harus di hukum mati, mana mungkin tuhan ramalanya meleset??? 


33. Yesus berikan tanda tidak tepat
“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” (Matius 12:40.
Waktu itu beberapa orang ahli Taurat dan orang Farisi meminta sesuatu tanda dari Yesus, dan kepada mereka Yesus berikan suatu tanda nabi Yunus tinggal dalam perut ikan 3 hari 3 malam. Ternyata tanda-tanda yang diberikan Yesus tersebut tidak tepat.

Alasannya sebagai berikut :

    Nabi Yunus berada dalam perut ikan selama 3 hari 3 malam, sementara Yesus berada dalam perut bumi hanya 1 malam 3 hari.
    Nabi Yunus selama dalam perut ikan tetap dalam keadaan hidup, sementara Yesus dalam perut bumi dalam keadaan mati.

Kalau Yesus itu benar-benar adalah Tuhan, tentu ramalannya akan tepat atau tidak akan meleset. Ternyata ramalan atau tanda-tanda yang Yesus berikan kepada ahli Taurat dan orang Farisi, tidak tepat atau meleset. Tentu saja ini cukup memberikan suatu bukti bahwa dia bukan Tuhan.


34. Sebagai utusan, Yesus tidak bisa berbuat & menuruti kehendaknya
“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.” (Yohanes 5:30)

Ayat ini merupakan pengakuan langsung dari Yesus bahwa dia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa atas dirinya sendiri. Juga dia bersaksi bahwa dia tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, melainkan kehendak Tuhan yang telah mengutusnya. Sungguh ini merupakan suatu pernyataan atau pengakuan yaitu begitu polos dan jujur dari Yesus akan keberadaan status dirinya. Dia mengaku bahwa dia hanyalah seorang utusan Tuhan, bukan Tuhan! Maka wajarlah jika Yesus tidak bisa berbuat menurut kehendaknya sendiri, sebab dia bukan Tuhan tetapi hanyalah sebagai seorang nabi atau rasul yang di utus oleh Tuhan.

    Setiap yang tidak bisa berbuat apa-apa menurut kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
    Yesus tidak bisa berbuat apa-apa menurut kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
    Yesus tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang mengaku diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    Yesus mengaku diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.


35. Tuhan bersaksi tentang Yesus
“Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendenngar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat.” (Yohanes 5:37).

Lagi-lagi Yesus mengaku bahwa dia diutus Tuhan. Dan Tuhan juga bersaksi akan keberadaan Yesus. Juga suara Tuhan tidak pernah ada yang mendengar, dan rupa Tuhan juga tidak ada yang melihatnya. Karena Yesus memberikan kesaksian seperti itu, wajarlah jika kita mengamininya, karena mustahil Yesus harus berbohong. Jika Yesus mengaku hanya diutus oleh Tuhan, mengapa kita harus menuhankannya? Dan jika Yesus bersaksi bahwa rupa Allah tidak pernah ada yang melihatnya, mengapa rupa Yesus dijadikan sebagai pengganti rupa Allah?

    Setiap yang mengaku diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Yesus bersaksi bahwa suara Tuhan tidak terdengar, sementara suara dia bisa terdengar, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Yesus bersaksi bahwa rupa Tuhan tidak terlihat, sementara rupa dia (Yesus) bisa terlihat, itu berarti Yesus bukan Tuhan.


36. Ajaran Yesus berasal dari Tuhan
“Jawab Yesus kepada mereka : “Ajaranku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 7:16).

Ayat tersebut merupakan jawaban Yesus terhadap orang-orang Yahudi yang merasa heran ketika Yesus mengajar di Bait Allah. Mereka heran darimana Yesus mendapat pengetahuan seperti itu tanpa belajar. Makanya Yesus menjawab bahwa ajarannya bukan berasal dari dirinya sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutusnya. Dari jawaban Yesus tersebut dapat kita simpulkan bahwa apa yang Yesus ajarakan adalah atas bimbingan dari yang mengutusnya yaitu Allah. Sebagai seorang utusan Allah, wajarlah jika Allah mudahkan dengan memberi ilmu padanya untuk berbicara atau mengajar.

    Setiap yang diberikan ilmu oleh Tuhan, pasti dia bukan Tuhan.
    Yesus diberi ilmu oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang mendapat ajaran dari Tuhan, pasti bukan Tuhan
    Yesus mendapatkan ajaran dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang diutus oleh Tuhan untuk mengajar, pasti bukan Tuhan.
    Yesus diutus Tuhan untuk mengajar, berarti Yesus bukan Tuhan, melainkan Utusan Tuhan

37. Yesus datang atas kehendak Dia yang mengutusnya
“Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru, “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku, namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.” (Yohanes 7:28-29).

Sebelumnya beberapa orang Yerusalem heran kepada Yesus yang leluasa bisa berbicara dan mengajar di Bait Allah, padahal Yesus adalah termasuk orang yang akan mereka bunuh. Rupanya Yesus mengetahui isi hati dan rencana mereka, maka Yesus berkata seperti itu pada mereka.

    Setiap orang yang mengajar di Bait Allah, pasti bukan Tuhan.
    Yesus mengajar di Bait Allah, berarti Yesus itu manusia, bukan Tuhan.
    Setiap yang datang berasal dari Allah, pasti bukan Tuhan.
    Yesus datang berasal dari Allah, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang diutus oleh Allah, pasti dia seorang utusan Allah.
    Yesus diutus oleh Allah, berarti Yesus seorang utusan Allah.
    Setiap yang datang bukan atas kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
    Yesus datang bukan atas kehendaknya sendiri, tetapi atas kehendak Dia yang mengutusnya, berarti Yesus itu bukan Tuhan.

38. Yesus mengatakan apa yang dia dengar dari yang mengutusnya
“Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu, akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari padanya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” (Yohanes 8:26).

Yesus berkata kepada orang banyak yag tidak mengetahui siapa dirinya sebenarnya, dimana Yesus berkata bahwa nanti dia akan menginggalkan mereka dan pergi kepada yang mengutusnya yaitu Allah. Dan apa yang dia dengar langsung dari Tuhannya, itulah yang akan dikatakannya.

    Setiap yang mengaku diutus oleh Tuhan, pasti bukanlah Tuhan.
    Yesus mengaku diutus oleh Tuhan, berarti yang bukan Tuhan.
    Setiap yang mendengar dan mengatakan perkataan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    Yesus mendengar dan mengatakan perkataan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

39. Yesus berbicara sesuai apa yang Tuhan ajarkan padanya
“Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, ia menyertai aku. Ia tidak membiarkan aku sendiri, sebab aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepadanya.” (Yohanes 8:28-29)

Karena orang-orang tersebut masih tidak mengerti bahwa Yesus berbicara kepada mereka tentang Bapanya (Tuhannya), maka Yesus meneruskan jawabannya bahwa bila mereka meninggikan Anak Manusia, maka mereka akan tahu siapa dia sebenarnya. Yesus jelaskan bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, dia berbicara hal-hal yang diajarkan oleh Bapanya yang mengutusnya, dan dia berbuat apa saja yang berkenan kepada Bapanya (Allah) dan dia tidak sendirian, tetapi Tuhan selalu menyertainya.

    Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia, pasti bukan Tuhan.
    Yesus mengaku hanya sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, pasti bukan Tuhan.
    Yesus tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, berarti dia bukan Tuhan.
    Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    Yesus diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

40. Tuhan lebih besar dari Yesus, walaupun mereka adalah satu
“Bapaku, yang memberikan mereka kepadaku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes, 10:29-30)

Ayat tersebut merupakan jawaban Yesus kepada orang-orang Yahudi yang merasa bimbang kepadanya, apakah Yesus itu Mesias yang ditunggu-tunggu

atau bukan. Mereka minta supaya Yesus berterus terang. Yesus menjelaskan, mereka yang percaya kepadanya akan menjadi dombanya. Maka Yesus berkata pada mereka :

    Setiap yang memanggil “Bapa” kepada Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
    Yesus memanggil “Bapa” kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang mengaku “Tuhan lebih besar daripadanya”, pasti bukan Tuhan.
    Yesus mengaku “Tuhan lebih besar dari dirinya”, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang mengaku Tuhan bersama dirinya, pasti dirinya bukan Tuhan.
    Yesus mengaku dirinya bersama Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

41.Yesus dalam Tuhan dan Tuhan dalam Yesus
“Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Yohanes 10:38).

Ayat tersebut adalah ucapan Yesus kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya Yesus sebagai anak Allah, sehingga mereka tidak percaya akan apa yang dikerjakan olehnya. Maka Yesus berkata kepada mereka seperti itu. Kesimpulannya jika Tuhan itu berada dalam Yesus tidaklah berarti Yesus itu Tuhan. Sebab yang ada didalam diri Yesus itu hanyalah Ruh dari Tuhan, bukan Tuhan itu sendiri yang menjelma menjadi manusia Yesus.

42. Yesus berdoa dan bersaksi dia diutus oleh Tuhan
“Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata : “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 11:41-42).

Ayat tersebut adalah doa Yesus kepada Allah yang memohon agar orang bernama Lazaru yang telah empat hari mati supaya dihidupkan kembali dari kuburnya. Permohonan Yesus dikabulkan oleh Allah, maka keluarlah Lazarus dari kuburnya. Alalh mengabulkan permohonan doa Yesus, untuk membuktikan kepada mereka bahwa dia benar-benar utusan Tuhan.

    Setiap yang berdoa menengadah ke langit, pasti bukan Tuhan.
    Yesus berdoa menengadah ke langit, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang mengucapkan syukur kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    Yesus mengucapkan syukur kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    Yesus diutus oleh Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
 

43. Yesus mengaku bahwa dia lebih rendah dari Tuhannya
“Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.” (Yohanes 13:16-17).

Ayat tersebut merupakan nasihat sekaligus teladan Yesus khusus kepada murid-muridnya, ketika dia membasuh kaki mereka sebagai tanda perpisahannya dengan mereka kelak, agar mereka mendapat bagian dalam kehidupan. Ucapan Yesus yang mengatakan kepada mereka bahwa seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari tuannya, sama saja berarti Yesus tidak lebih tinggi dari Tuhannya. Juga bahwa Yesus bahwa seorang utusan tidak lebih tinggi dari yang mengutusnya, berarti Yesus tidak lebih tinggi dari Tuhan yang mengutusnya. Ini semua membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan, melainkan manusia biasa.

    Setiap yang mengaku hamba Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    Yesus mengaku dia hanyalah hamba Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap orang yang mengaku utusan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    Yesus mengaku dia diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.



44. Tidak seorangpun yang sampai kepada Allah tanpa melalui Yesus

“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran hidup. Tidak ada seorangpun yang datang ke Bapa, kalau tidak melalui aku.” (Yohanes 14:6)

 
Semua umat Kristen, hamper dapat dipastikan hapal diluar kepada ayat ini. Bahkan ayat ini termasuk salah satu ayat emas yang sangat diandalkan oleh umat Kristiani dimanapun mereka berada :”Akulah jalan dan kebenaran hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” justru memberikan bukti bahwa Yesus itu bukan Tuhan. Yang Tuhan itu adalah Bapanya yaitu Allah SWT.

    Setiap yang mengaku datang dari Bapa (Tuhan), pasti bukan Tuhan!
    Yesus mengaku datang dari Bapanya (Tuhan), berarti Yesus bukan Tuhan.

45. Yesus dikendalikan oleh Allah
“Tapi percayakah engkau, bahwa aku didalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang aku katakana kepadamu, tidak aku katakana dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.” (Yohanes 14:10).
Ucapan Yesus tersebut beserta bukan berarti bahwa dialah Tuhan itu sendiri, tetapi Ruh yang dari Allah itu yang berada dalam dirinya. Dan apa yang Yesus lakukan sebenarnya atas bimbingan Tuhan. Dengan demikian jelaslah bahwa Yesus itu bukan Tuhan. Sebab jika Yesus itu Tuhan, kok dalam diri Tuhan ada Tuhan lagi? Tuhan yang mana lagi?

    Setiap yang besera dengan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    Yesus beserta Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang melakukan suatu pekerjaan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    Yesus melakukan pekerjaan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang tidak bisa melakukan atas dirinya sendiri, pasti bukan Tuhan.
    Yesus tidak melakukan atas dirinya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.

  
46. Tuhan lebih besar daripada Yesus 
“Kamu telah mendengar, bahwa aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi AKu, kamu tentu akan bersukacita Karena aku pergi kepada Bapa Ku, sebab Bapa lebih besar dari [ada aku.” (Yohanes 14:28)
Pengakuan Yesus tersebut sangat jelas bahwa dia hanya orang kecil, tidak sama seperti Bapanya (Allah). Tapi anehnya umat Kristiani tidak mengikuti pengakuan Yesus tersebut, malah Yesus dijadikan sederajat sama dengan tuhan. Yesus berkata dengan jujur, bahwa Bapanya (Allah) lebih besar dari dia. Dan Yesus tidak mengakui atau mengatakan bahwa dia dan Bapanya (Allah) adalah sama besarnya, tidak!!
  • Setiap yang pergi kepada Bapanya (Allah), pasti bukan Allah.
  • Yesus pergi kepada Bapanya (Allah), berarti Yesus bukan Allah.
  • Setiap yang mengaku lebih keci dari tuhannya, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mengaku lebih kecil dari Tuhannya, berarti Yeses bukan Tuhan.
47. Yesus datang dari Tuhan dan pergi kepada Tuhan 
“Aku datang dari Bapa dan AKu datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.” (Yohanes 16:28)
Ayat ini bukan kata-kata Yesus dalam bentuk perumpamaan atau kiasan, tetapi benar-benar dalam arti yang sesungguhnya, sehingga mudah dipahami. Anak kecil pun paham bahwa Yesus bukan Tuhan, karena Yesus tidak mengakui atau mengatakan bahwa dialah Tuhan, Allah mereka, tidak!! Dari pengakuan Yesus yang jujur dan polos tersebut bahwa dia datang dan pergi meninggalkan dunia dan menuju kepada Bapanya, dapat kita pahami dalam bentuk silogisme berikut ini:
  • Setiap orang yang mengaku datang dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mengaku bahwa dia datang dari TUhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang pergi kepada Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus pergi kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
48. Yesus mengaku Allah itu Esa dan dia hanyalah utusan-Nya 
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3)
Kata-kata tersebut adalah doa Yesus kepada murid-muridnya sebelum dia ditangkap dan dibunuh. Sebenarnya ucapan Yesus tersebut merupakan dua kaliamt syahadat, sekaligus sebagai bukti Yesus juga mengajarkan Tauhid. Pengakuan Yesus bahwa satu-satunya yang benar adalah Allah dan dia diutus oleh Tuhan, memberikan pengertian bahwa Yesus itu bukan Tuhan, tetapi hanya seorang utusan Tuhan saja.
  • Setiap yang mengaku bahwa satu satunya yang benar hanyalah Allah, berarti Allah itu tidak lebih dari satu
  • Yesus mengaku Allah itu hanya satu satunya berarti Yesus bukan allah
  • Setiap yang mengakui bahwa dia di utus oleh Allah, berarti dia bukan Allah.
  • Yesus mengaku dia diutus oleh Allah, berarti Yesus bukan Allah.

49. Yesus menerima firman Tuhan dan menyampaikannya 
“Sebab segala firman yang engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusamapikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa aku datang dari pada – Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”. (Yohanes 17:8)
Dengan segala kerendahan hati Yesus mengaku bahwa dia telah menyampaikan segala firman yang Tuhan wahyukan kepadanya untuk disampaikan kepada mereka para pengikutnya, agar mereka yakin dan percaya bahwa dia itu adalah utusan yang datang dari Tuhannya. Ucapan Yesus yang polos dan berhaja tersebut, sangatlah jelas dan sudah dipahami oleh siapapun. Anak kecilpun paham dakan hal itu.
  • Setiap yang mengaku mendapat dan menerima dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mengaku mendapat dan menerima firman dari Tuhan, pasti bukan tuhan.
  • Setiap yang mengaku dia datang dari Tuhan pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mengaku dia datang dari “Tuhan berarti Yesus bukan Tuhan
  • Setiap yang mengaku bahwa dia diutus oleh Tuhan, berarti dia utusan Tuhan.
  • Yesus mengaku dia hanya diutus oleh Tuhan, berarti dia hanya seorang utusan Tuhan, bukan Tuhan !!.

51. Yesus suruh mengambil keledai tanpa izin pemiliknya 

“Ketika Yesus dan murid-muridnya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya: dengan pesan: “Pergilan ke kampung yang didepanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah kemari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, Jawablah : Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya kesini.” (Markus 11:1-3).

Ayat tersebut memberikan kesan, seolah Yesus bukan orang yang mengajarkan etika dan akhlak yang baik.

Sebab mengambil barang milik orang tanpa minta ijin terlebih dahulu kepada pemiliknya, itu merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Juga seolah dia orang terkenal dan berkuasa, maka boleh seenaknya saja mengambil barang orang lain tanpa setahu pemiliknya.
51. Yesus dijadikan Tuhan ??? 
“Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus” (Kisah Rasul 2 :36).
Masih dalah konteks kotbah Petrus kepada murid-murid Yesus, dia katakana bahwa orang Esrael harus tahu bahaw Allah telah membangkitkan Yesus yang disalibkan itu menjadi Tuhan dan Kristus. Rasanya sangat janggal bahwa Allah menjadika Yesus sebagai Tuhan.
  • Setiap yang dibangkitkan oleh Allah, pasti bukan Allah.
  • Yesus dibangkitkan oleh Allah, Allah berarti Yesus bukan Allah.
Jika Allah menjadi Yesus Tuhan, berate ada tuhan selain Allah. Jika Yesus sudah dijadikan Tuhan, bearti Tuhan itu lebih dari satu. Padahal Yesus beraksi dalan Injil Markus 12: 29, bahwa Tuhan itu Esa. Ini berarti dia itu bukan Tuhan.
“Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa “ (Markus 12:29)
52.  Yesus berdiri sebelah kanan Allah  
“Lalu katanya : “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri disebelah kanan Allah.” (Kisah Rasul 7:56).
Ayat tersebut adalah ucapan Stefanus dan bukan ucapan dari Yesus sendiri. Penglihatan Stefanus tersebut sungguh tidak rasional. Bagaimana Stefanus bisa melihat bahwa Yesus duduk di sebelah kanan Allah? Jika Yesus yang adalah Anak Manusia berdiri disebelah kanan Allah, sementara Yesus itu sendir adalah Tuhan (Allah), berarti ada dua Allah. Allah yang satu berdiri disebelah kanan dan Allah yang satu lagi berdiri disebelah kiri.
  • Setiap yang disebut Anak Manusia, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus disebut sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang berdiri disebelah kanan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus berdiri disebelah kanan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
53. Allah membangkitkan Yesus sebagai juruselamat bagi orang Israel 
“Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.” (Kisah Rasul 13:23).
Yang dimaksud dengan “dari keturunannya” yaitu dari keturunan Daud. Paulus mengatakan, dari keturunan Daud inilah akan lahir seorang juruselamat bagi orang Israel yang bernama Yesus. Dengan demikian dapatlah kita simpulkan bahwa sesungguhnya Yesus itu adalah Juruselamat, tapi hanya Juruselamat bagi kaumnya saja, yaitu Bani Israel.
  • Setiap orang yang dibangkitkan oleh Allah, pasti bukan Allah.
  • Yesus dibangkitkan oleh Allah, berarti Yesus bukan Allah.
Bahkan dalam Injil Matius 15:24, yesus sendiri mengaku dia diutus hanya untuk umat Israel.
Jawab Yesus : “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)

54. Yesus minta kepada Bapa / Tuhan seorang penggantinya 
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu roh kebenaran.” (Yohanes 14:15-17).
Sebelumnya Yesus meninggalkan dunia ini, dia meminta kepada Bapanya (Tuhannya) agar supaya mereka memberikan seorang Rasul sebagai pengganti untuk meneruskan risalahnya.
  • Setiap yang meminta seorang pengganti kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus meminta seorang pengganti, kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya,(17)  yaitu roh kebenaran.” (Yohanes 14:15-16).
Yang dimaksud dengan Seorang Penolong atau Penghibur atau roh kebenaran dalam bahasa Yunani = Parlichtus / Paralectos, yang dalam bahasa Arab berasal dari akta “Hmad”, yang Nasharni jaman dulu menulis dengan kata “Ahmad” yang berarti “Yang terpuji”.

Bukti ayat lainya adalah berbicara tentang Yesus sebagai penebus dosa manusia, yang menurut umat Kristiani Yesus mati dalam rangka untuk menebus dosa-doa manusia. Nah bagaimana para ilmuan tentang hal itu? Simak pendapat mereka sebagai berikut :
Socianus (1539 – 1604)
“Jika pengorbanan Yesus adalah mutlak dan tidak terbatas meliputi segalanya, maka manusia boleh bebas sepenuhnya berbuat sesuka hatinya. Dan jika doktrin penebusan dosa benar, maka humum Tuhan tidak lagi berlaku mengikat hamba-Nya, karena hukuman atas segala dosa telah dibayar oleh Yesus.”
Dr. Cruden Alexander
“Bahwa untuk tujuan pengorbanan seperti yang ditimpakan kepada Yesus dengan penderitaan dan kesengsaraan yang amat mengerikan, itu sangat memuakkan bagi pemikiran manusia modern dan dianggap suatu doktrin yang sangat menyeramkan.”
George Bernard Shaw
“Saya lebih suka memikul tanggung jawab moral saya, tidaklah baik lagi saya untuk membebankan dosa-dosa pada kambing hitam penebus dosa. Saya akan kurang berhati-hati terhadap dosa, apabila saya tahu bahwa hal itu sama sekali tidak merugikan saya.”
William Ellery Charing (1780 – 1842)
“Pengorbanan itu harus manusia yang melakukan untuk Tuhan, bukan Tuhan untuk manusia. Jika Yesus itu Tuhan, mengapa justru Tuhan yang mengorbankan diri-Nya untuk manusia? Ini tidak masuk akal sehat! Tuhan dapat saja mengampuni dosa-dosa manusia dengan tidak menggunakan kekerasan dan cara yang keji.” (disiksa sampai mati dipaku dikayu salib
Bahkan yesus sendiri pernah berfirman di mana firmanya sama sekali tidak menyiratkan tentang adanya penebusan dosa

"
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah."    
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya."  

"Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka."
"Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu,
karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka." Matius 5:27-30


55. Yesus takut dan gentar, kemudian sujud dan berdoa, mana mungkin tuhan penakut.... kemudian sujud dan berdoa....

   
"Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,"      
"lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."        
"Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."   
"Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?"   
"Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
"Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" Matius 26:37-42 




56. Yesus ketakutan pada malaikat dan semakin bersungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan
 “Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya."
"Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.” (Lukas 22:43-44).

Malaikat yang memberi kekuatan kepada Yesus adalah malaikat utusan Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan, bagaimana mungkin Yesus ketakukan kepada seorang malaikat? Ini berarti malaikat lebih tinggi kekuasaannya dari pada Yesus. Dengan semakin bersungguh-sungguh Yesus berdoa, ini menandakan bahwa Yesus ketakutan dengan datangnya malaikat utusan Tuhan tersebut. Dalam gambar terlihat secara simbolis kaum kristen kalo berdoa  melempit tangan padahal seharusnya sesuai hukum taurat adalah menengadahkan tangan :


”Oleh karena itu Aku ingin, supaya dimana orang laki-laki berdoa dengan menengadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.” (1 Timotius 2 : 8).
 
Jika Yesus itu seorang Nabi, sangat wajar sekali jika dia merasa ketakutan, karena dia hanyalah seorang manusia biasa utusan Allah. Tentu akan sangat merendahkan ketuhanan Yesus sendiri, jika dia sebagai Tuhan harus mengalami ketakutan kepada seorang malaikat saja.

    Setiap yang takut kepada malikat Tuhan, pasti dia bukan Tuhan.
    Yesus ketakutan kepada malaikat Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang menerima kekuatan dari malaikat, pasti bukan Tuhan.
    Yesus menerima kekuatan dari malaikat, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang sungguh-sungguh berdo`a kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    Yesus semakin sungguh-sungguh berdo`a kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang mengeluarkan peluh titik-titik darah ketanah saking takutnya, pasti bukan Tuhan.
    Yesus mengeluarkan peluh titik-titik darah ketanah saking takutnya, berarti Yesus bukan Tuhan.


57. Yesus berseru panggil Tuhannya“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya : Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa engkau meninggalkan Aku?” (Matius 24:46).

Ketika Yesus dipaku dan digantungkan dikayu salib, sebelum ia mati dia berseru memanggil Tuhannya (Allah) “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Teriakan Yesus seperti itu justru memberikan pengertian sebagai berikut :

    Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan mana lagi yang dia panggil?
    Jika Yesus dipersiapkan oleh Tuhan untuk mati di kayu salib dalam rangka untuk menebus dosa, tentu tidak perlu dia harus berteriak-teriak minta tolong kepad Tuhan, seharusnya dia ikhlas disalib.
    Jika didalam diri Yesus ada Tuhan, mengapa dia masih memanggil-manggil Tuhan lagi? Ini membuktikan Yesus dan Tuhan tidaklah menyatu.
    Setiap yang berseru memanggil Tuhan, pasti dia bukan Tuhan.
    Yesus berseru memanggil Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.



58. Yesus memberikan nyawanya sebagai tebusan
“Karena Anak Manusia  juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45).

Pada ayat tersebut Yesus sendiri yang memberi kesaksian bahwa dia adalah Anak Manusia, yang akan memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang. Yesus tidak pernah mendakwahkan kemana-mana bahwa dia Anak Tuhan. Karena dia tahu persis bahwa dia hanyalah seorang anak manusia yang dilahirkan oleh ibunya, Maria. Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia  bisa mengampuni dosa manusia, tanpa harus mengorbankan nyawanya sendiri.

    Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia, pasti bukan Tuhan
    Yesus mengaku dia sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Setiap yang mati dan menyerahkan nyawanya, pasti bukan Tuhan.
    Yesus mati dan menyerahkan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan
    Setiap yang mati untuk menebus dosa manusia, pasti bukan Tuhan.
    Yesus mati menebus dosa manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.





59. Yesus pergi menghadap kepada Allahnya

“Kakta Yesus kepadanya: janganlah engkau memegang aku, sebab aku belum pergi kepada Bap’ tetapi pergilah kepada saudara – saudara – Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka sekarang akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah Ku dan Allahmu” (Yohanes 20:17). 

Ayat tersebut merupakan ucapan Yesus setelah kebangkitannya pada hari yang ketiga, lalu menampakkan dirinya kepada seorang wanitabernama Maria Magdalena yang sedang mencari mayat yesus.

Ketika mareia Magdalena mengetahui bahwa Yesuslah yang dihadapkan dia, Maria mau memegang namun Yesus menolak dan berkata, “Jangalah engkau memegang Aku, sebab aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilahkepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku da Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu”

Dari ayat yang tertulis di atas ini dapat kita pahami bahwa:

  • Setiap yang mau pergi kepada Bapanya (Allah), pasti bukan Allah.
  • Yesus mau pergi kepada Bapanya (Allah), berti Yesus bukan Allah.
  • Yesus mengaku akan pergi ke Bapa (Allah) dan Bapa kita (Allah), berati Yesus bukan Allah. Tuhan yang Yesus sembah adalah Tuhan!.

60. Yesus duduk disebelah kanan Allah 

“Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk disebelah kanan Allah.” (Markus 16:19).
Penulis Alkitab menulis bahwa Yesus terangkat ke sorga lalu duduk disebelah kanan Allah. Terangkatnya Yesus ke sorga, bukan berarti bahwa dengan kekuatannya sendiri lalu dia naik dan terbang atau melayang ke langit, lalu duduk disebelah kanannya Allah. Yang mengangkat beliau (Yesus) ke langit adalah Allah itu sendiri.
Join 4Shared Now!

Read More......
Template by : kendhin x-template.blogspot.com